Langsung ke konten utama

RSUD Mohammad Natsir Hadirkan Inovasi "KTP Sehat" untuk Perkuat Discharge Planning dan Tingkatkan Kemandirian Pasien Pasca Rawat Inap

Inovasi

Inovasi23 Juli 2026166 kali dilihat2 menit baca
Bagikan:

Solok – RSUD Mohammad Natsir terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui berbagai inovasi di bidang keperawatan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah KTP Sehat (Klik Tonton Pahami untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan), sebuah program yang dirancang untuk memperkuat pelaksanaan discharge planning atau perencanaan pemulangan pasien secara terstandarisasi. Inovasi ini bertujuan meningkatkan kesiapan pasien dan keluarga dalam melanjutkan perawatan di rumah sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan sekaligus menekan risiko pasien kembali dirawat (readmisi).

KTP Sehat diinisiasi oleh Bidang Keperawatan sebagai bagian dari komitmen RSUD Mohammad Natsir dalam menghadirkan pelayanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan berbasis evidence-based practice. Program ini menempatkan edukasi pasien dan keluarga sebagai bagian penting dari proses pelayanan, sehingga perawatan tidak berhenti saat pasien meninggalkan rumah sakit, tetapi terus berlanjut secara mandiri di lingkungan rumah.

Pengembangan inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka readmisi pasien setelah menjalani perawatan. Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 20–25 persen pasien mengalami kejadian yang tidak diinginkan dalam waktu 30 hari setelah pulang dari rumah sakit, sementara di Indonesia angka readmisi diperkirakan mencapai sekitar 30 persen. Di tingkat rumah sakit, pelaksanaan discharge planning sebelumnya belum berjalan optimal karena edukasi masih bergantung pada inisiatif masing-masing perawat, belum terdokumentasi secara baik, memiliki keterbatasan waktu, serta belum didukung media edukasi yang interaktif. Akibatnya, pasien dan keluarga belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai perawatan lanjutan di rumah.

Melalui inovasi KTP Sehat, RSUD Mohammad Natsir menghadirkan sistem discharge planning yang lebih terstruktur dan mudah dipahami. Proses dimulai dengan skrining risiko sejak hari pertama pasien menjalani perawatan. Selanjutnya, perawat memberikan edukasi menggunakan media video dan leaflet yang berisi informasi mengenai perawatan lanjutan sesuai kondisi pasien. Keluarga juga dilibatkan sebagai pendamping utama agar mampu memahami setiap langkah perawatan yang harus dilakukan setelah pasien pulang. Bersama tim medis, perawat menyusun rencana kepulangan pasien secara komprehensif dan melakukan evaluasi untuk memastikan seluruh materi edukasi telah dipahami dengan baik.

Penerapan KTP Sehat memberikan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 90 persen pasien dan keluarga mampu memahami materi edukasi yang disampaikan melalui media video. Selain itu, hasil evaluasi selama tiga bulan setelah implementasi menunjukkan tidak ditemukan pasien yang kembali menjalani rawat inap pada kelompok yang telah mengikuti program edukasi tersebut. Inovasi ini juga berhasil meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan jadwal kontrol, memperkuat peran keluarga dalam proses perawatan, serta meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan.

Melalui KTP Sehat, RSUD Mohammad Natsir berharap dapat terus menurunkan angka readmisi pasien, meningkatkan kualitas hidup masyarakat setelah menjalani perawatan di rumah sakit, serta memperkuat pelayanan keperawatan yang profesional, aman, dan berkesinambungan. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat diterapkan secara menyeluruh di setiap ruang perawatan sebagai salah satu strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di RSUD Mohammad Natsir.

Panduan / Manual Book: Lihat Manual Book KTP Sehat

Tautan & Dokumen Terkait

Kembali ke Inovasi
Bagikan:
IGD 24 Jam